Pagi masih terasa sejuk ketika tim mulai tiba di kawasan Bluru Kidul. Jalan kampung yang biasanya tenang mendadak ramai oleh aktivitas persiapan pernikahan. Hari itu bukan sekadar acara biasa — sebuah momen sakral yang sudah lama dinanti oleh keluarga besar. Dan seperti biasa, semua dimulai dari nol: halaman rumah yang kosong perlahan akan disulap menjadi venue pesta yang hangat dan berkesan.
Proses pertama dimulai dari pemasangan tenda. Rangka besi diturunkan satu per satu dari mobil, lalu dirakit dengan gerakan cepat dan terkoordinasi. Tim sudah terbiasa bekerja dengan ritme yang rapi, sehingga meski area halaman cukup menantang dengan permukaan yang tidak sepenuhnya rata, semuanya tetap berjalan lancar. Dalam hitungan jam, rangka utama berdiri kokoh, siap menopang seluruh konsep pesta yang akan dibangun.
Setelah struktur tenda berdiri, pemasangan plafon kain langsung dikerjakan. Kain putih lembut ditarik perlahan, dirapikan di setiap sudut agar jatuhnya simetris dan elegan. Begitu plafon terpasang, suasana langsung berubah. Halaman rumah yang tadinya terasa biasa mulai terlihat lebih luas dan teduh, memberikan kesan nyaman bagi siapa pun yang datang.
Selanjutnya, bagian pelaminan mulai dipasang. Area ini menjadi pusat perhatian, sehingga pengerjaannya dilakukan dengan ekstra teliti. Backdrop rangka pelaminan dirakit terlebih dahulu, lalu dilapisi dekor kain dan panel hias. Warna yang dipilih bernuansa soft, menyesuaikan permintaan keluarga yang ingin konsep elegan tapi tetap hangat. Perlahan, bentuk pelaminan mulai terlihat, menghadirkan nuansa romantis yang langsung terasa bahkan sebelum dekorasi lengkap terpasang.
Tim dekor kemudian masuk membawa rangkaian bunga dan ornamen tambahan. Bunga artificial berkualitas tinggi dipadukan dengan beberapa bunga segar untuk memberikan kesan hidup. Setiap detail ditempatkan dengan komposisi yang pas — tidak terlalu ramai, tapi tetap memikat. Lampu-lampu kecil juga disisipkan di sela dekorasi untuk menambah efek dramatis saat malam hari.
Di sisi lain, tim sound system mulai bekerja. Speaker besar diturunkan dengan hati-hati, lalu diposisikan di titik-titik strategis agar suara bisa menjangkau seluruh area tanpa terlalu keras. Mixer, mikrofon, dan kabel-kabel ditata rapi di area kontrol. Sound check pun dilakukan beberapa kali, memastikan suara musik, MC, dan prosesi akad nanti terdengar jelas tanpa gangguan.
Sementara itu, bagian meja dan kursi mulai ditata. Kursi tamu disusun berjajar dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar tamu tetap leluasa bergerak. Cover kursi dipasang satu per satu, lengkap dengan pita yang disesuaikan dengan tema warna dekorasi. Meja prasmanan juga mulai dirapikan, dilapisi kain panjang yang menjuntai rapi hingga menyentuh lantai.
Menjelang siang, seluruh elemen mulai terlihat menyatu. Tenda sudah berdiri megah, pelaminan semakin cantik, dan area tamu tertata rapi. Beberapa anggota keluarga keluar masuk rumah, sesekali berhenti untuk melihat perkembangan. Senyum mereka perlahan mengembang saat melihat perubahan besar yang terjadi di halaman rumah.
Tak berhenti di situ, tim lighting melanjutkan pekerjaan dengan memasang lampu gantung dan lampu sorot. Penempatan lighting menjadi kunci suasana pesta, apalagi jika acara berlangsung hingga malam. Lampu gantung dipasang di tengah tenda untuk menciptakan kesan mewah, sementara lampu sorot diarahkan ke pelaminan agar tetap menjadi fokus utama.
Menjelang sore, suasana semakin hidup. Tetangga sekitar mulai berdatangan, ada yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang membantu persiapan kecil. Anak-anak berlarian di sekitar tenda, kagum melihat halaman yang berubah drastis. Tawa mereka menjadi latar alami yang menambah hangat suasana persiapan.
Tim kemudian melakukan finishing. Kabel-kabel dirapikan agar tidak terlihat, sudut-sudut kain ditarik ulang supaya lebih simetris, dan setiap kursi dicek kembali kebersihannya. Pelaminan pun dibersihkan dari sisa potongan dekorasi kecil agar tampil sempurna. Semua detail diperhatikan, bahkan yang mungkin tak disadari tamu sekalipun.
Saat matahari mulai turun, lampu-lampu dinyalakan untuk uji coba. Seketika suasana berubah total. Cahaya hangat memantul di plafon kain, menciptakan nuansa intim dan elegan. Pelaminan tampak semakin hidup dengan kombinasi bunga dan lighting yang berpadu harmonis. Dari luar gang, tenda sudah terlihat mencolok dan mengundang perhatian.
Keluarga pengantin pun terlihat semakin lega. Mereka mulai membayangkan bagaimana besok tamu akan datang, duduk di kursi-kursi itu, berfoto di pelaminan, dan berbagi kebahagiaan bersama. Beberapa bahkan tak sabar mengabadikan momen persiapan ini dengan foto, sebagai kenangan sebelum hari besar benar-benar dimulai.
Malam itu, sebagian tim masih bertahan untuk memastikan semuanya aman. Pengecekan ulang dilakukan, mulai dari kekuatan rangka tenda, kestabilan pelaminan, hingga keamanan instalasi listrik. Semua dilakukan demi memastikan acara esok hari berjalan tanpa hambatan.
Keesokan harinya, sebelum acara dimulai, suasana di Sidoarjo kembali ramai. Tamu mulai berdatangan, disambut dekorasi yang rapi dan suasana yang nyaman. Banyak yang terkesan melihat halaman rumah yang disulap menjadi tempat resepsi yang begitu indah.
Saat prosesi berlangsung, semua elemen bekerja sebagaimana mestinya. Sound system terdengar jernih, lighting memperindah setiap momen, dan pelaminan menjadi saksi senyum bahagia pengantin. Tenda melindungi tamu dari panas, sementara meja dan kursi memberi kenyamanan sepanjang acara.
Di balik semua itu, ada kerja keras panjang yang mungkin tak terlihat oleh banyak orang. Dari pemasangan tenda, pelaminan, dekorasi, sound system, hingga penataan meja kursi — semuanya menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh. Dan di akhir hari, yang tersisa bukan hanya pesta yang sukses, tapi juga kenangan indah yang akan selalu diingat oleh keluarga dan semua yang hadir.

Kirim Pesan via WA
Posting Komentar